Manusia Memang Begitu - Belajar Islam Ahlussunnah

Berita Tentang Islam - . Sebuah renungan untuk mengigat kebiasaan yang mesti diperbaiki oleh kita semua. kerap kali kita berencana begini dan begitu tetapi realisasinya tidak cocok dengan niat awal kita.


Mаnuѕіа Mеmаng Bеgіtu Kаwаn.

Barulah tadi malam , dalam situasi hangat seusai makan malam , ia tertegun melihat tawa riang putra-putrinya di ruang keluarga , bercanda ria tanpa beban. Sejenak ia tertunduk muram , ia sadar bahwa nafkah yang ia berikan kepada mereka selama ini tidak halal.
Uang panas itu mengalir lancar ke dalam rekeningnya. Banyak proposal proyek-proyek yang tidak sah , ia kabulkan. Sejenak ia melamun , menyesal dan mengikrarkan dalam hati untuk meninggalkan semua yang sudah ia perbuat.
Namun lihatlah hari ini , ia tak kuasa untuk tidak membubuhkan tanda tangannya di atas lembaran-lembaran itu. Ikrar yang gres berumur semalam itu , ia hempaskan tanpa ragu.
Manusia memang begitu , Kawan.

Barulah kemarin ia duduk menangis di ruangan kamarnya. Batinnya merana atas dosa-dosa yang telah ia lakoni. Ia tercerahkan sesudah menyimak nasehat seorang ustadz muda dalam suatu kajian. Ia terpukau dengan klarifikasi ustadz itu , dan merasa betapa sempitnya dunia ini baginya. Kemudian ia membulatkan azam (tekad) dalam hati untuk meninggalkan dosa-dosa itu. Namun lihatlah hari ini , ia kembali terhadap kehidupannya yang usang. Azam yang telah ia bulatkan itupun sekarang hancur berkeping-keping tak bersisa.
Manusia memang begitu , Kawan.

Barulah beberapa hari yang lalu ia menyesal telah melewatkan banyak waktu sehingga banyak peran yang terbengkalai. Ia merasa terlalu banyak sasaran-target hidup yang tak terwujud karena tidak menghargai waktu. Dan ia sadar bahwa kehidupan SMA nya bukanlah untuk hura-hura. Lalu kemudian ia berjanji akan lebih mempergunakan waktu , mengganti secara total contoh hidupnya yang tak beraturan. Namun lihatlah hari ini , ia kembali hanyut karam dalam kelalaian yang serupa. Penyesalan itu telah menguap tanpa sisa.
Manusia memang begitu , Kawan.

Barulah beberapa malam yang kemudian , di tengah senyapnya malam , ia mendapati istrinya tertidur di ruang tamu. Ia pandangi lekat-lekat paras sendu istrinya , muka yang lelah menanti kedatangan suami tersayang. Seketika itu air matanya meleleh. Ada bongkahan pahit yang tersangkut di kerongkongannya. Sudah sebulan ini ia menjalin kekerabatan terlarang dengan tangan kanan pribadinya. Malam demi malam ia habiskan bareng perempuan yang tidak halal baginya. Dan di malam itu , ia mengambil keputusan , palu itu sudah ia ketuk di dalam hati , keputusan itu sudah mantap , ia tidak akan berselingkuh lagi. Namun lihatlah hari ini , ia kembali ke kubangan lama. Keputusan mantap itu telah ia injak-injak dengan kakinya sendiri.
Manusia memang begitu , Kawan.

Barulah seminggu yang lalu ia menyaksikan sendiri pemakaman sahabatnya , yang meninggal muda karena kаnkеr раru-раru аkhіr rоkоk. Dan di saat itu pula , di atas pusara sahabatnya , ia menancapkan tekad dalam hati untuk tidak merokok selamanya. Selamanya. Janji sampai mati. Namun lihatlah hari ini , ia kembali tergoda untuk menghisap pembunuh 9 cm itu. Menghancurkan dengan tangannya sendiri bangunan tekad yang telah ia bangkit dengan kokoh.
Manusia memang begitu , Kawan.

Barulah sebulan yang lalu ia menjadi saksi bangkrutnya perusahaan yang sudah ia mulai dari nol. Perusahaan yang sudah berbilang tahun itu melarat di depan matanya sendiri. Bаngkrut аlаѕаnnуа bіѕnіѕ kоtоr yang ia kerjakan. Dan di ketika itu pula ia kapok dan menyesal , tapi apalah guna penyesalan. Ia pun berteriak lantang dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang telah ia perbuat. Teriakan yang sangat lantang , yang bisa mengguncang alam bawah sadarnya. Namun lihatlah hari ini , berharap segera menuai untung , bisnis kotor itu kembai ia geluti.
Manusia memang begitu , Kawan.

Barulah setahun yang lalu ia menyusun desain besar apa yang hendak ia lakukan apabila diterima di Universitas idamannya. Merangkai mozaik mimpi dan kesempatan . Bersiap menyongsong kesepakatan-kesepakatan pergeseran. Namun lihatlah hari ini , sesudah mozaik itu sempurna , sehabis keinginan itu terwujud , dengan tangannya sendiri ia cabik-cabik mozaik itu.
Manusia memang begitu , Kawan.

Goresan pena: A.Rinanda

Catatan:

Bila tekad untuk hijrah sudah berpengaruh , kuatkan azammu , tutup semua pintu yang hendak membawamu ke masa kemudian. Katakan pada diri , kuingin terlahir sebagai insan yang baru.
Selamat berhijrah....

______________
Madinah 13-01-1437 H
Edіtоr: ACT El-Ghаrаntаlу

Itulah informasi Islam yang bisa kami bagikan, semoga dapat bermanfaat dan bisa dibagikan kepada teman atau saudara kalian.
Sumber http://islamypersona.blogspot.com/

Belum ada Komentar untuk "Manusia Memang Begitu - Belajar Islam Ahlussunnah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan

Dapatkan Promonya

Iklan Bawah Artikel