Mencari Berkah Dari Benda "keramat" - Belajar Islam Ahlussunnah

TERMASUK KESYIRIKAN MENCARI BERKAH DARI POHON , BATU DAN LAINNYA


Bismillah

Intіѕаrі Tаuhіd

Dari Abu Wâqid Al-Laitsiy , beliau berkata , “Kami keluar (untuk berperang) bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ke Hunain , sedang kami dalam keadaan gres saja lepas dari kekafiran (gres memeluk Islam). (Ketika itu) kaum musyrikin mempunyai sebatang pohon bidara tempat mereka berdiam diri dan menggantungkan senjata-senjata perang mereka. (Pohon) itu dinamakan Dzâtu Anwâth. Oleh karena itu , tatkala melewati sebatang pohon bidara , kami pun berkata , ‘Wahai Rasulallah buatkanlah Dzâtu Anwâth untuk kami sebagaimana mereka mempunyai Dzâtu Anwâth.’ Maka Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda , ‘Allаhu Akbаr -Sungguh itu merupakan tradisi (orang-orang sebelum kalian)-. Demi Yang jiwaku berada di Tangan-Nya , kalian berkata ѕереrtі Bаnі Iѕrаіl berkata kepada Musa , ‘Buatkanlah sembahan untuk kami sebagaimana mereka memiliki sembahan-sembahan.’ Musa menjawab , ‘Sungguh kalian ialah kaum jahil.’ Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian.’.” [HR. At-Tirmidzy]

Abu Waqîd mengabarkan sebuah peristiwa yang mengandung hal yang fantastis juga hikmah. Yaitu , mereka berperang bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam melawan suku Hawâzin , sedang mereka gres saja memeluk Islam sehingga perkara kesyirikan tersembunyi bagi mereka. Ketika menyaksikan perbuatan kaum musyrikin berbentukmeminta berkah kepada pohon , mereka pun meminta terhadap Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam semoga dibuatkan pohon yang serupa. Maka , Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bertakbir selaku pengingkaran terhadap ajakan mereka dan pengagungan terhadap Allah serta selaku bentuk keheranan atas ucapan tersebut. Rasulullah juga mengabarkan bahwa ucapan (meminta dibuatkan pohon) itu mirip ucapan kaum (Nabi) Musa kepada Musa , “Jadikanlah bagi kami sembahan sebagaimana mereka mempunyai sembahan ,” ketika (kaum Nabi Musa) menyaksikan penyembah patung , juga (mengabarkan) bahwa permintaan mereka untuk dibuatkan pohon Dzâtu Anwâth berlangsung di atas jalan (kaum Nabi Musa). Kemudian , Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa umat ini akan mengikuti jalan orang-orang Yahudi dan Nashara , akan menempuh manhaj-manhaj orang-orang itu , dan menjalankan tindakan (orang-orang) tersebut. Itu ialah kabar yang bermakna celaan dan peringatan terhadap tindakan tersebut.
Dalam hadits tersebut , terdapat dalil bahwa mencari berkah terhadap pohon dan selainnya tergolong sebagai kesyirikan dan peribadahan terhadap selain Allah.

Faedah Hadits
1. Bahwa mencari berkah kepada pepohonan tergolong selaku kеѕуіrіkаn , demikian pula terhadap bebatuan dan selainnya.

2. Bahwa orang yang berpindah dari kebatilan -yang sudah menjadi etika kebiasaannya- tidaklah aman dari masih adanya sisa-sisa kebiasaan tersebut di dalam hatinya.

3. Bahwa alasannya adalah terjadinya peribadahan kepada patung ialah lantaran pengagungan dan beri’tikaf di segi (patung) serta mencari berkah kepada (patung) itu.

4. Bahwasanya manusia kadang berasumsi baik kepada sesuatu yang dia sangka mampu mendekatkannya kepada Allah , padahal sesuatu itu justru menjauhkannya dari Allah.

5. Bahwasanya seorang muslim seyogyanya bertasbih dan bertakbir dikala mendengar sesuatu yang tidak layak diucapkan dalam agama atau ketika mendengar sesuatu yang mengherankan.

6. Pengabaran wacana terjadinya kesyirikan pada umat ini , dan sungguh (hal itu) sudah terjadi.

7. Menunjukkan salah satu tanda kenabian shallallâhu ‘alaihi wa sallam , yakni terjadinya kesyirikan pada umat ini sebagaimana yang dia shallallâhu ‘alaihi wa sallam kabarkan.

8. Larangan mirip orang-orang jahiliyah , Yahudi , dan Nasrani , kecuali hal-hal yang dalil tunjukkan bahwa hal itu termasuk ke dalam agama kita.

9. Bahwa yang dianggap dalam hukum yaitu makna , bukan nama , lantaran Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah menimbulkan seruan mereka mirip permintaan Bani Israil dan tidak menyaksikan keadaan mereka , yang (Bani Israil) menamakan (sembahan)nya dengan Dzâtu Anwâth.

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tau
hіd kаrуа Sуаіkh Shаlіh Al-Fаuzаn]

Itulah informasi Islam yang bisa kami bagikan, semoga dapat bermanfaat dan bisa dibagikan kepada teman atau saudara kalian.
Sumber http://islamypersona.blogspot.com/

Belum ada Komentar untuk "Mencari Berkah Dari Benda "keramat" - Belajar Islam Ahlussunnah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan

Dapatkan Promonya

Iklan Bawah Artikel