kafir kaya| muslim miskin? - Belajar Islam Ahlussunnah
Selasa, 14 Maret 2023
Tambah Komentar
IѕlаmуPеrѕоnа. "оrаng kаfіr kоk hіduрnуа еnаk , ѕеdаngkаn уаng muѕlіm kоk ѕulіt"?
Mungkin pernah terbetik di dalam pikiran kita , Pertanyaan semacam di atas , atau kenapa kita yang seorang muslim , hidupnya jauh lebih sengsara , ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran. Padahal seorang muslim hidup di atas ketaatan menyembah Allah ta’ala , sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah.
Wahai saudaraku seiman , janganlah heran dengan fenomena ini. Karena jauh sebelum masa kita ini , seorang shahabat Nabi yang mulia pun terheran bahkan sampai menangis dikala menyaksikan fenomena ini. Beliau yaitu ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini kami nukilkan dongeng ‘Umar yang termuat dalam kitab Tаfѕіr Surаt Yаѕіn karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rаhіmаhullаh.
Suatu hari ‘Umar mengunjungi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dia sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat , sehingga terbentuklah (guratan-guratan serat) bekas dipan tersebut di lambung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala ‘Umar menyaksikan hal itu , maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya , “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?”
‘Umar menjawab , “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan lezat dengan lezat dunia yang sangat banyak , sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”
Nabi pun berkata , “Wahai ‘Umar , sebetulnya mereka yakni kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”[HR. Al-Bukhari (2468)]
Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia , dan boleh jadi itu yakni іѕtіdrаj (Nikmat yang Allah berikan kepada pelaku maksiat dengan tujuan menipu mereka , semoga mereka semakin tenggelam dalam maksiatnya) dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak , sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu kian bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala.
Maka saudaraku di jalan Allah , sungguh Allah telah memperlihatkan kenikmatan yang banyak kepada kita , dan kita lupa akan hal itu , kenikmatan itu yaitu kenikmatan Islam dan Iman. Dimana hal ini yang membedakan kita semua dengan orang kafir. Sungguh kenikmatan di dunia , tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.
Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat , dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan darul baka , kecuali mirip salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali menjinjing apa?” (HR. Muslim)
Lihatlah kawanku , dunia itu bila dibandingkan dengan alam baka hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan , kemudian ia menarik jarinya. Perhatikanlah , Sebanyak apa (air) yang ia dapatkan dari celupan tersebut. Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas , mungkin cuma satu tetes saja. Yakinilah bahwa alam baka jauh lebih (dalam segala hal) dibandingkan dengan dunia ini. Janganlah kita tertipu.
Hadits di atas juga menunjukkan bahwa perhatiannya ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak tega , hingga menangis menyaksikan kondisi Nabi yang terlihat sulit , sedangkan orang-orang kafir hidup di dalam kenikmatan dunia.
Sebagai epilog goresan pena ini , akan saya petikkan cerita seorang hakim dari Mesir , beliau yaitu Al-Hafizh Ibnu Hajr. Suatu hari Ibnu Hajr melalui seorang Yahudi yang memasarkan minyak zaitun , yang berpakaian kotor , dan Ibnu Hajr sedang menaiki kereta yang ditarik oleh kuda-kuda , yang dikawal oleh para penjaga di sisi kanan dan kiri kereta.
Kemudian Yahudi tersebut menghentikan kereta dia dan berkata , “Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda , ‘Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir’[HR. Muslim (2956)] Engkau adalah Hakim Agung Mesir. Engkau dengan rombongan pengawal seperti ini , penuh dengan kenikmatan , sementara saya di dalam penderitaan dan kesengsaraan.”
Ibnu Hajr rahimahullah menjawab , “Aku dengan lezat dan kemewahan yang aku rasakan ini dibandingkan dengan kenikmatan di Surga yaitu penjara. Ada pun engkau dengan kesengsaraan yang engkau rasakan , dibandingkan dengan adzab yang mau engkau rasakan di Neraka dalah Surga.”
Orang Yahudi itu kemudian berkata , “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad yaitu Rasulullah.” Masuk Islam lah orang Yahudi tersebut.
—
Semoga bermanfaat.
Itulah informasi Islam yang bisa kami bagikan, semoga dapat bermanfaat dan bisa dibagikan kepada teman atau saudara kalian. Sumber http://islamypersona.blogspot.com/
Mungkin pernah terbetik di dalam pikiran kita , Pertanyaan semacam di atas , atau kenapa kita yang seorang muslim , hidupnya jauh lebih sengsara , ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran. Padahal seorang muslim hidup di atas ketaatan menyembah Allah ta’ala , sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah.
![]() |
| kауа dаn mіѕkіn |
Wahai saudaraku seiman , janganlah heran dengan fenomena ini. Karena jauh sebelum masa kita ini , seorang shahabat Nabi yang mulia pun terheran bahkan sampai menangis dikala menyaksikan fenomena ini. Beliau yaitu ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu. Berikut ini kami nukilkan dongeng ‘Umar yang termuat dalam kitab Tаfѕіr Surаt Yаѕіn karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rаhіmаhullаh.
Suatu hari ‘Umar mengunjungi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dia sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat , sehingga terbentuklah (guratan-guratan serat) bekas dipan tersebut di lambung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala ‘Umar menyaksikan hal itu , maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya , “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?”
‘Umar menjawab , “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan lezat dengan lezat dunia yang sangat banyak , sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”
Nabi pun berkata , “Wahai ‘Umar , sebetulnya mereka yakni kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”[HR. Al-Bukhari (2468)]
Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia , dan boleh jadi itu yakni іѕtіdrаj (Nikmat yang Allah berikan kepada pelaku maksiat dengan tujuan menipu mereka , semoga mereka semakin tenggelam dalam maksiatnya) dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak , sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu kian bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala.
Maka saudaraku di jalan Allah , sungguh Allah telah memperlihatkan kenikmatan yang banyak kepada kita , dan kita lupa akan hal itu , kenikmatan itu yaitu kenikmatan Islam dan Iman. Dimana hal ini yang membedakan kita semua dengan orang kafir. Sungguh kenikmatan di dunia , tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.
Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat , dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan darul baka , kecuali mirip salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali menjinjing apa?” (HR. Muslim)
Lihatlah kawanku , dunia itu bila dibandingkan dengan alam baka hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan , kemudian ia menarik jarinya. Perhatikanlah , Sebanyak apa (air) yang ia dapatkan dari celupan tersebut. Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas , mungkin cuma satu tetes saja. Yakinilah bahwa alam baka jauh lebih (dalam segala hal) dibandingkan dengan dunia ini. Janganlah kita tertipu.
Hadits di atas juga menunjukkan bahwa perhatiannya ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak tega , hingga menangis menyaksikan kondisi Nabi yang terlihat sulit , sedangkan orang-orang kafir hidup di dalam kenikmatan dunia.
Sebagai epilog goresan pena ini , akan saya petikkan cerita seorang hakim dari Mesir , beliau yaitu Al-Hafizh Ibnu Hajr. Suatu hari Ibnu Hajr melalui seorang Yahudi yang memasarkan minyak zaitun , yang berpakaian kotor , dan Ibnu Hajr sedang menaiki kereta yang ditarik oleh kuda-kuda , yang dikawal oleh para penjaga di sisi kanan dan kiri kereta.
Kemudian Yahudi tersebut menghentikan kereta dia dan berkata , “Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda , ‘Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir’[HR. Muslim (2956)] Engkau adalah Hakim Agung Mesir. Engkau dengan rombongan pengawal seperti ini , penuh dengan kenikmatan , sementara saya di dalam penderitaan dan kesengsaraan.”
Ibnu Hajr rahimahullah menjawab , “Aku dengan lezat dan kemewahan yang aku rasakan ini dibandingkan dengan kenikmatan di Surga yaitu penjara. Ada pun engkau dengan kesengsaraan yang engkau rasakan , dibandingkan dengan adzab yang mau engkau rasakan di Neraka dalah Surga.”
Orang Yahudi itu kemudian berkata , “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad yaitu Rasulullah.” Masuk Islam lah orang Yahudi tersebut.
—
Semoga bermanfaat.
Pеnulіѕ: Wіwіt Hаrdі Prіуаntо (Artіkеl Muѕlіm.Or.Id)


Belum ada Komentar untuk "kafir kaya| muslim miskin? - Belajar Islam Ahlussunnah"
Posting Komentar