Fatwa : Muslim Terbelakang Karena Agama Islam Terlalu Ketat - Belajar Islam Ahlussunnah

IslamyPersona.blogspot.com. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. Pada Kesempatan yang berguna kali ini admin ingin mengembangkan sebuah fatwa yang amat berharga dari Sуаіkh Ibn Utѕаіmіn , yang mana aneka macam syubhat perihal masalah ini. Bеnаrkаh kаum muѕlіmіn "tеrtіnggаl dаrі kеmаjuаn" lаntаrаn Iѕlаm уаіtu аgаmа уаng tеrlаlu mеngіkаt? Iѕlаm аgаmа уаng tіdаk tеrbаru? ini semua sering kita dengar bukan? Berikut fatwa lengkap Sуаіkh Ibn Utѕаіmіn.

Fatwa syaikh ibn utsaimin
Fаtwа ѕуаіkh іbn utѕаіmіn


Pеrtаnуааn:
Sebagian orang yang lemah imannya mengklaim bahwa karena keterbelakangan kaum muslimin ialah lantaran akad mereka terhadap agama. Syubhat yang mereka lemparkan menurut klaim tersebut bahwa tatkala orang-orang Barat meninggalkan seluruh agama dan terbebas dari kungkungannya , sampailah mereka terhadap keadaan sekarang ini , yaitu kemajuan peradaban sementara kita karena akad terhadap agama masih saja mengekor pada mereka , bukannya sebagai orang yang diikuti.

Bagaimana mementahkan tuduhan seperti ini? Barangkali mereka menambahkan lagi satu syubhat lainnya , yaitu ada hujan yang lebat turun di sana , hasil-hasil pertanian dan bumi yang subur menghijau. Mereka mengatakan , ini merupakan bukti kebenaran pemikiran mereka.

Jawaban:
Kita katakan , bahwa sesungguhnya pertanyaan semacam ini hanyalah bersumber dari penanya yang lemah imannya atau tidak memiliki doktrin sama sekali; jahil terhadap realitas sejarah dan tidak mengenali aspek-faktor kemenangan. Justru , ketika umat Islam akad terhadap agama pada periode permulaan Islam , mereka memiliki ‘Izzah (kemuliaan diri) , Tamkin (menerima posisi yang mantap) , kekuatan dan kekuasaan di seluruh lini kehidupan.

Bahkan sebagian orang berkata , "Sesungguhnya orang-orang Barat belum bisa menuntut ilmu apapun kecuali dari ilmu-ilmu yang mereka timba dari kaum muslimin pada periode permulaan Islam."

Akan namun umat Islam malah banyak ndeso dari anutan diennya sendiri dan mengada-adakan sesuatu di dalam Dienullah yang sebenarnya tidak berasal darinya baik dari sisi aqidah , ucapan dan tindakan. Karena hal itulah , mereka betul-betul mengalami kemunduran dan keterbelakangan.

Kita mengetahui dengan seyakin-yakinnya dan bersaksi kepada Allah سبحانه و تعالى bahwa andaikata kita kembali kepada manhaj yang dahulu pernah diterapkan oleh para pendahulu kita dalam dien ini , pasti kita akan menerima ‘Izzah , kehormatan dan kemenangan atas seluruh umat manusia. Oleh lantaran itulah , tatkala Abu Sufyan menceritakan kepada Heraklius , kaisar Romawi –yang dikala itu Kekaisaran Romawi dianggap selaku negara adidaya- perihal pedoman Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan para sahabatnya , dia mengomentari ,

"Jika apa yang kau katakan mengenai dirinya ini benar , maka memiliki arti dia adalah seorang Nabi- dan sungguh , kekuasaannya akan mencapai tempat di bawah kedua kakiku ini."

Dan tatkala Abu Sufyan dan para rekannya berpaling dari sisi Heraklius , dia berkata , "Urusan si Ibn Kabsyah ini sudah menjadi besar , sesungguhnya Raja Bani al-Ashfar (istilah Quraisy terhadap orang Romawi) gentar terhadapnya." (Al-Bukhari , Bad'ul Wahyi (7) , al-Jihad (2941); Muslim , al-Jihad (1773)).

(Ibn Kabsyah adalah salah seorang dari suku Khuza’ah yang menyembah sesuatu yang bertentangan dengan ibadah bangsa Arab risikonya Abu Sufyan menjuluki Rasulullah demikian , lantaran ia juga mengingkari dari apa yang mereka anut , pent.)

Sedangkan mengenai perkembangan di bidang industri , teknologi dan sebagainya yang diraih di negara-negara Barat yang kafir dan atheis itu , tidaklah agama kita melarang andaikata kita meliriknya akan tetapi sungguh disayangkan kita sudah menyia-nyiakan ini dan itu; menyia-nyiakan agama kita dan juga menyia-nyiakan kehidupan dunia kita. Sebab jikalau tidak , sesungguhnya Dien Islam tidak menentang adanya kemajuan seperti itu bahkan dalam banyak ayat Allah berfirman ,
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan antisipasi itu) kamu menggetarkan musuh Allah , musuhmu." (Al-Anfal:60).

"Dialah yang mengakibatkan bumi itu gampang bagi kamu , maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizkiNya." (Al-Mulk:15).

"Dia-lah Allah , yang menimbulkan segala yang ada di bumi untuk kamu." (Al-Baqarah:29).

"Dan di bumi ini terdapat kepingan-potongan yang berdampingan." (Ar-Ra'd:4).

Dan banyak lagi ayat-ayat lain yang mengajak secara jelas-terangan terhadap insan agar berupaya dan bekerja serta mengambil manfaat akan tetapi bukan dengan mempertaruhkan agama. Kaum kafir tersebut pada dasarnya adalah kafir , agama yang diklaim juga ialah agama yang batil. Jadi kekufuran dan atheistik padanya sama saja , tidak ada perbedaannya. Dalam hal ini , Allah سبحانه و تعالى berfirman ,
"Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam , maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya." (Ali Imran: 85).

Jika Ahli Kitab yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan Nashrani mempunyai sebagian kelebihan yang tidak sama dengan orang-orang selain mereka akan namun mereka sama saja jika dikaitkan dengan duduk perkara alam baka kelak , oleh lantaran itu Nabi صلی الله عليه وسلم sudah bersumpah bahwa tidaklah umat Yahudi atau Nashrani tersebut yang mendengar (dakwah) dia kemudian tidak mengikuti pemikiran yang ia bawa melainkan ia tergolong penghuni neraka.

Jadi , semenjak awal mereka itu yaitu kafir , baik bernisbah terhadap Yahudi ataupun Nashrani bahkan sekalipun tidak bernis-bah kepada keduanya.

Sementara adanya banyak curahan hujan dan selainnya yang mereka dapatkan , hal ini cuma sebagai cobaan dan ujian dari Allah سبحانه و تعالى. Allah memang menyegerakan bagi mereka anugerah kenikmatan-kenikmatan di dalam kehidupan duniawi sebagaimana yang disabdakan Nabi صلی الله عليه وسلم kepada Umar bin Al-Khaththab tatkala dia melihat dia lebih mengutamakan tidur beralaskan tikar sehingga menciptakan Umar menangis. Dia berkata terhadap beliau ,

"Wahai Rasulullah , orang Persi dan Romawi hidup bergelimang kenikmatan sementara engkau dalam kondisi mirip ini?" Beliau menjawab ,
"Masih ragukah engkau wahai Ibn al-Khaththab? Mereka itu kaum yang memang disegerakan untuk mendapatkan kenikmatan-kenikmatan di dalam kehidupan duniawi." (HR. Al-Bukhari , Al-Mazhalim (2467) , An-Nikah (5191)).

Kemudian mereka juga ditimpa petaka kelaparan , malapetaka-malapetaka , gempa dan angin-angin topan yang meluluhlantakkan sebagaimana yang diketahui bareng dan selalu disiarkan di radio-radio , koran-koran dan sebagainya.

Akan namun orang yang mempertanyakan mirip ini buta. Allah sudah membutakan penglihatannya sehingga tidak mengenali realitas dan hakikat yang bekerjsama. Nasehat saya kepadanya semoga dia bertaubat terhadap Allah سبحانه و تعالى dari pandangan-pandangan seperti itu sebelum maut dengan tiba-tiba menjemputnya. Hendaknya dia kembali kepada Rabb-nya dan mengetahui bahwa kita tidak akan menerima ‘Izzah , kehormatan , kemenangan dan kepemimpinan kecuali jikalau kita telah kembali terhadap Dien al-Islam;

kembali dengan sebenar-benarnya yang diimplementasikan lewat ucapan dan perbuatan. Dia juga hendaknya mengenali bahwa apa yang dijalankan orang-orang Kafir itu adalah batil , bukan Haq dan tempat mereka ialah neraka sebagaimana yang diberitakan Allah سبحانه و تعالى dan melalui ekspresi RasulNya , Muhammad صلی الله عليه وسلم.

Pertolongan berupa nikmat banyak yang dianugerahkan Allah kepada mereka tersebut hanyalah ujian , ujian dan penyegeraan kenikmatan , hingga bilamana mereka sudah binasa dan meninggalkan kenikmatan-kenikmatan ini menuju Neraka Jahim , barulah penyesalan , derita dan kesedihan akan kian berlipat bagi mereka. Ini semua merupakah Hikmah Allah dengan menunjukkan kenikmatan kepada mereka padahal mereka sebagaimana telah saya katakan tadi , tidak akan selamat dari bencana-peristiwa , gempa , kelaparan , angin badai , banjir dan sebagainya yang menimpa mereka.

Saya memohon terhadap Allah semoga orang yang mempertanyakan ini menerima hidayah dan taufiq , mengembalikannya ke jalan yang haq dan menunjukkan pemahaman terhadap kita semua terhadap dien ini , sesungguhnya Dia Mahakaya lagi Maha-mulia. Segala puji bagi Allah , Rabb semesta alam , washallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad Wa ‘Ala Alihi Wa Ashhabihi Ajma’in.


Rujukan:
Alfаzh Wа Mаfаhіm Fі Mіzаn аѕу-Sуаrі’аh , h.4-9 , dаrі fаtwа Sуаіkh Ibn Utѕаіmіn. 

Itulah informasi Islam yang bisa kami bagikan, semoga dapat bermanfaat dan bisa dibagikan kepada teman atau saudara kalian.
Sumber http://islamypersona.blogspot.com/

Belum ada Komentar untuk "Fatwa : Muslim Terbelakang Karena Agama Islam Terlalu Ketat - Belajar Islam Ahlussunnah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan

Dapatkan Promonya

Iklan Bawah Artikel