Belajar Hadits: Tayammum - Belajar Islam Ahlussunnah

Berita Tentang Islam - . Aѕѕаlаmuаlаіkum wаrоhmаtullаhі wаbаrоkаtuh. Pаdа Kеѕеmраtаn kаlі іnі аdmіn IѕlаmуPеrѕоnа Mаѕіh аkаn ѕhаrе tеntаng Sеrіаl Bеlаjаr Hаdіtѕ. Yаknі mеnеlааh ѕеbuаh hаdіtѕ уаng ѕhаhіh dаn mеmеtіk bеbеrара kаndungаn hіkmаhnуа уаng mulіа ѕеrtа реlаjаrаn dаn hukum уаng bіѕа dіаmbіl dаrіnуа.




Hadits tentang tayammum
Hаdіtѕ реrіhаl tауаmmum


•Belajar Hadits•

139. Tауаmum Pеngаntі Mаndі Junub dаn Tаtа Cаrа Tауаmum

 عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَالَ: «بَعَثَنِي النَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فِي حَاجَةٍ، فَأَجْنَبْتُ، فَلَمْ أَجِدْ الْمَاءَ، فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ، كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ، ثُمَّ أَتَيْتُ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ: إنَّمَا يَكْفِيَكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا - ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً، ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ عَلَى الْيَمِينِ، وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ«.

dari 'Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhum , ia berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengutusku untuk suatu keperluan kemudian aku junub , lalu saya tidak mendapati air , maka aku menggulingkan tubuh ke tanah sebagaimana binatang melata menggulingkan badannya? Kemudian kutemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kuceritakan perkara tersebut terhadap dia shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka Beliau bersabda , 'Sudah cukup mencukupi bagi kau dengan kamu menepukkan tangan kamu begini' , kemudian dia menepukkan tangan dia ke tanah dengan satu tepukan , kemudian beliau menyapu tangan kiri beliau pada asisten dan punggung kedua tapak tangan serta wajah ia." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Makna Dan Faedah hadits:
1. Orang yang junub dan tidak mendapatkan air untuk mandi , maka boleh baginya bertayammum.
2. Sebelum tayamum hendaknya mencari air terlebih dulu.
3. Tata cara tayammum:
a. Berniat dalam hati
b. Menepukkan kedua telapak tangan ke bumi dengan sekali tepukan.
c. Meniup atau mengibaskan bubuk dari dua telapak tangan jikalau memang diharapkan , sebagaimana dalam riwayat lain:
«فَضَرَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَفَّيْهِ الأَرْضَ، وَنَفَخَ فِيهِمَا»
"Beliau kemudian menepukkan kedua tangannya pada tanah dan meniupnya". [HR. Al-Bukhari]
d. Mengusap wajah terlebih dahulu , kemudian mengusapkan punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan mengusap punggung telapak tangan kiri dengan asisten. Atau boleh juga mengusap telapak tangan apalagi dahulu , kemudian gres setelahnya mengusap muka.
4. Dalam Tata cara tayamum , apakah menepukkan dua telapak tangan ke tanah/debu dengan sekali tepukan , atau dua kali tepukan? Para ulama berbeda usulan :

A. Pendapat jumhur ulama diantaranya Imam Ahmad , Al auza'i , Ishaq dan para Ahlul Hadist , Tayammum cukup dengan sekali tepukan , dalil mereka adalah hadits-hadits yang shahih , diantaranya hadits 'Ammar bin Yasir diatas
« ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً»

"kemudian ia menepukkan tangan beliau ke tanah dengan satu tepukan." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Berkata Ibnu Hajar rahimahullah: "Dahulu 'Ammar berfatwa demikian sepeninggal Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Perawi hadits lebih mengetahui perihal maksud hadits dari pada yang yang lain." [Fathul Bari: 1/445]

B. Pendapat Imam Malik , Abu Hanifah , asy-Syafi'i dan yang lainnya , Tayammum mesti dengan dua kali tepukan , tepukan untuk tampang dan tepukan untuk tangan. Mereka berdalil dengan hadits Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma , bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ ضَرْبَةً لِلْوَجْهِ , وَضَرْبَةً لِلْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ»

"Tayammum adalah dua kali tepukan; satu tepukan untuk muka dan satu tepukan untuk tangan sampai ke siku." [HR. Ad-Daruquthni]
Hadits ini diriwayatkan dari jalan 'Ali bin Zhabyan secara Marfu'. Ia adalah perawi yang Matruk.

Ibnu Abdil Barr berkata : kebanyakan atsar yang marfu' (hingga kpd Rasulullah) dari 'amar adalah satu kali tepukan , adapun hadits yang meriwayatkan dua kali tepukan , seluruhnya ada kegoncangan (muthorib).

Ibnu Daqiqul 'ied berkata : hadits yg mengatakan dua kali tepukan ketika tayamum satu kali utk tampang dan satu kali utk kedua tangan memang ada akan namun keshahihannya tidak menandingi (riwayat yang cuma satu kali tepukan)

Pendapat yang terpilih dalam problem ini yaitu bahwa dalam bertayammum cukup dengan satu kali tepukan saja. Pendapat ini dipilih oleh Ibnul Mundzir , al-Bukhari , asy-Syaikh Bin Baz , asy-Syaikh al-'Utsaimin , asy-Syaikh Muqbil , dan yang lainnya.

Al Khathabi berkata : sekelompok ulama beropini ; Tayamum itu satu kali pukulan untuk paras dan dua tangan dan ini usulan yg lebih shahih dalam riwayat.

5. Tata cara tayamum dan aturan tayamum saat hadats besar maupun kecil adalah sama saja.
6. Adanya ijtihad dalam duduk perkara-dilema ibadah , ulama yg berijtihad , tatkala ijtihadnya keliru dan dia melaksanakan ibadah tsb , sesudah itu dia mendapati kebenaran maka dia perlu mengulangi/ memperbaiki ibadahnya , mirip hadits diatas.

Wallahu ta'ala a'lam

Dari nukil kitab :
Taisirul 'Alam syarah 'Umdatul Ahkam Bab Al Tayammum Hadist No 37 , Jld : 1 Hal :62-64 Cet. Matabah Ar Rusdi 1420 H , Riyadh- KSA dan sumber yg yang lain

Bааrоkаllаhu fіуkum...

Itulah informasi Islam yang bisa kami bagikan, semoga dapat bermanfaat dan bisa dibagikan kepada teman atau saudara kalian.
Sumber http://islamypersona.blogspot.com/

Belum ada Komentar untuk "Belajar Hadits: Tayammum - Belajar Islam Ahlussunnah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan

Dapatkan Promonya

Iklan Bawah Artikel